Laman

Assalammu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kamis, 10 Desember 2009

Risalah Fatimah di IraQ

Surat Fatimah gemparkan kota Baghdad
Fatimah adalah seorang saudara perempuan seorang
mujahid yang terkenal di daerah Abu Gharib, yang
berasal dari sebuah keluarga yang terkenal kebaikan
dan ketaqwaannya. Suatu hari pasukan AS menyerbu
rumahnya, dengan tujuan menangkap saudaranya. Namun
karena mereka tidak dapat menemukannya, pasukan AS
menangkap Fatimah dengan tujuan memaksa saudaranya
menyerahkan diri.
Surat tulisan tangan Fatimah, baru-baru ini berhasil
diselundupkan keluar dari penjara Abu Gharib, surat
ini menggambarkan penderitaan para tawanan wanita
akibat perbuatan terntara AS. Segera surat ini
tersebar dan menghebohkan kota Baghdad, mengirimkan
gelombang yang akan terus berlanjut ke seluruh Iraq.
Mafkarat al-Islam berhasil mendapatkan salinan surat
tersebut.
Bismillahirrahmanirrahiim.
*Say He is God the One; God the Source [of
everything]; Not has He fathered, nor has He been
fathered; nor is anything comparable to Him.* [Qur*an,
Surat 112 *al-Ikhlas*]
Saya menulis surat Al-Ikhlas ini karena mempunyai arti
yang mendalam bagi saya, dan menimbulkan getaran di
hati orang-orang yang beriman.
Saudaraku mujahidin di jalan Allah* Apa yang dapat
kukatakan padamu?
Saya katakan, rahim-rahim kami telah terisi dengan
janin akibat perkosaan yang dilakukan keturunan kera
dan babi itu. Mereka telah menodai tubuh kami,
meludahi muka kami, dan merobek-robek Al-Quran untuk
digantungkan ke leher-leher kami. Allahu Akbar.
Tidakkah kau mengerti tentang kejadian yang menimpa
kami? Betulkah kau tidak tahu ini terjadi pada kami?
Kami saudaramu, dan Allah akan meminta tanggungjawabmu
tentang kejadian ini kelak.
Demi Allah, tidak semalam pun kami lewatkan di penjara
ini kecuali mereka mendatangi salah satu dari kami
untuk melampiaskan nafsu setannya. Padahal kami selalu
menjaga kehormatan kami karena takut kepada Allah.
Takutlah pada Allah! Bunuhlah kami bersama mereka!
Hancurkan mereka bersama kami! Jangan biarkan kami di
sini agar mereka bisa bersenang-senang memperkosa
kami, sesungguhnya ini adalah sebuah perbuatan dosa
besar di sisi Allah. Takutlah pada Allah akan urusan
kami. Biarkan (jangan serang) tank dan pesawat mereka.
Datanglah pada kami di penjara Abu Ghurayb.
Saya saudaramu karena Allah. Mereka memperkosa saya
lebih dari sembilan kali dalam satu hari. Bisakah kau
bayangkan? Bayangkan salah satu saudaramu diperkosa.
Bersama saya ada 13 gadis, semuanya belum menikah.
Semuanya telah diperkosa didepan mata kami semua.
Mereka melarang kami untuk sholat. Mereka mengambil
pakaian kami, dan membiarkan kami telanjang. Saat
surat ini saya tulis, seorang diantara kami telah
bunuh diri setelah diperkosa beramai-ramai. Seorang
tentara memukulnya di dada dan paha setelah
memperkosanya, lalu menyiksanya. Gadis itu kemudian
bunuh diri dengan memukulkan kepalanya ke tembok
penjara, karena dia sudah tidak sanggup menerima ini.
Meskipun bunuh diri dilarang oleh Islam, saya
memaklumi perbuatannya*
Saya hanya berharap, semoga Allah mengampuninya,
sesungguhnya Dia Maha Pengampun.
Saudaraku, saya katakan padamu lagi, takutlah pada
Allah. Hancurkan kami bersama para tentara itu, agar
kami bisa beristirahat dalam damai.
Tolonglah kami, tolonglah kami, tolonglah kami*
Waa Mu*tasimah!.
Surat ini telah berakhir, namun penderitaan penulisnya
dan para muslimah belum berakhir.
Hatta mataa haadza s-sukuut !!
Ini yang sudah kesekian kalinya terjadi..
Entah berapa lagi akan segera menyusul
Kemaren, hari ini dan besok
Begitu seterusnya..
Ya Rabb nasyku ilaika da'fa quwwatina
Wa qillata hiilatina
Allahumma n-shurna nashran adziima
Allahuma 'alaika bil haaula l-kuffar
Allahuma 'alaika biman adzaa l-muslimin.
catatan:
sebarkan agar semuanya bisa mengetahui keadaan ini.
Wajazaakallahu khairan.